Pertanyaan :

Bagaimana hukum mengadakan pertandingan adu fisik, sebagaimana yang kita lihat di TV atau sebagaimana yang diadakan di beberapa Pondok Pesantren ?

Jawaban :

Hukum mengadakan pertandingan adu fisik

Pertandingan adu fisik secara garis besar diperbolehkan, apalagi jika tujuannya untuk melatih badan supaya sehat dan kuat serta menjadi pribadi muslim yang selalu siap kapanpun ketika ada panggilan Jihad Fie Sabilillah. Tentunya pertandingan fisik tersebut disesuaikan dengan aturan – aturan syar’I. Sedangkan jika tidak didasarkan pada aturan – aturan syar’I, maka hal tersebut merupakan sesuatu yang diharamkan. Allah Ta’ala berfirman :

وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ وَمِنْ رِبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآخَرِينَ مِنْ دُونِهِمْ لَا تَعْلَمُونَهُمُ اللَّهُ يَعْلَمُهُمْ

“Dan persiapkanah bagi mereka apa yang kamu mampui dari kekuatan dan dari kuda yang ditambat yang dengannya kamu menggetarkan musuh Allah dan musuhmu.” (QS. Al Anfal : 60)

Dalil disyariatkkannya juga, adalah sebagaimana disebutkan dalam Sunan Abu Dawud, tentang kisahnya tanding gulatnya Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam dengan Rukanah. Seandainya hal ini merupakan sesuatu yang dilarang, niscaya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tidak akan melakukannya.

Adab –adab dalam perandingan adu fisik

Akan tetapi yang perlu diperhatikan dalam pertandingan ini adalah dengan memperhatikan adab – adanya :

  1. Hendaknya meluruskan niat dalama permainan ini, yaitu dalam rangka mencari ridho Allah Ta’ala dan tidak semata – mata untuk mencari ketenaran dan dianggap kuat.
  2. Diusahakan untuk memakai alat pelindung berstandar. Harapannya tidak terjadi cidera fisik serius dalam latihan ini, seperti patah tulang atau yang semisalnya. Allah Ta’ala berfirman : 195

وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam juga bersabda :

لا ضرر و لا ضرار

“Tidak boleh memulai memberi dampak buruk(mudhorot)pada orang lain, begitu pula membalasnya.”(HR.Ibnu Majah)

  1. Hendaknya ada aturan, untuk tidak memukul wilayah wajah dan kemaluan. Pemukulan di wilayah tersebut bisa menyebabkan bahaya yang cukup serius. Rasulullah Shallahu Alaihi Wasallam bersabda :

إِذَا ضَرَبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَجْتَنِبِ الْوَجْه

“Jika salah seorang diantara kamu memukul, hendaknya dia menjahui wilayah wajah.” (HR. Bukhori)

  1. Dalam pertandingan tersebut juga hendaknya diawasi oleh wasit yang faham dengan ilmu syar’I dan yang ahli dalam bela diri. Harapannya jika ada pelanggaran bisa segera dicegah.
  2. Hendaknya peserta pertandingan diwajibkan untuk memakai pakaian yang menutup aurat. Aurat laki-laki adalah antara pusar sampai lutut. Maka bagi peserta dilarang untuk mengenakan celana pendek atau yang sejenisnya yang dengannya nampak aurat.

Kesimpulan : Hukum tanding fisik merupakan sesuatu yang diperbolehkan jika terpenui syarat –syarat sebagaimana yang sudah kita bahas. Dengan melakukan olah raga ini, harapannya seorang muslim memiliki badan yang sehat dan kuat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here