Ada satu qoulul hikmah “Assihhatu taajun ‘alaa ru’uusil asihhaa’ laa ya’rifuhu illal mardhoo” yang artinya : “Kesehatan itu adalah mahkota yang bertengger di atas kepala orang yang sehat, tapi hanya bisa dilihat oleh mereka yang sakit”. Coba baca beberapa kali qoul tersebut ! Lalu apa motifasi yang bisa kita ambil ?

Yups. Menyadarkan kita betapa pentingnya sehat. Betapa sering dan banyaknya manusia yang lupa bahkan buta terhadap mahkota tersebut. Sehingga mereka menyia nyiakannya. Tidak memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya.

Kesehatan merupakan modal utama dalam hidup. Tanpanya kita kurang maksimal dalam produktifitas. Baik dunia maupun akhirat. Ibnu Umar Radhiyallahu ta’ala ‘anhuma berkata,”Khudz min sihhatika limarodhika” yang artinya ambil manfaatkan dan maksimalkan kesehatanmu sebelum datang masa sakitmu.  Sebuah motifasi juga yang sangat luar biasa agar memaksimalkan masa sehat sebelum masa sakit. Karena kita tahu bahwa hidup bagaikan roda akan berputar antara masa sehat dan masa sakit.

Meskipun demikian, menjaga kesehatan badan agar lebih produktif merupakan sebuah ikhtiar yang diperintahkan. Masihkah kita ingat potongan hadits ini :

تَدَاوَوْا عِبَادَ اللهِ ، فَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لَمْ يَضَعْ دَاءً إِلا وَضَعَ لَهُ شِفَاءً إِلا الْهَرَمَ

“Wahai para hamba Allah berobatlah ! Karena Allah tidak menetapkan sebuah penyakit melainkan Ia menetapkan obatnya. Kecuali tua atau pikun”. (Al Ahaad wal Matsani, II/635)

Abdullah bin Dinar meriwayatkan dari Abdullah bin Umar bahwa Rosulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

« سَافِرُوا تَصِحُّوا وَتُرْزَقُوا »

“Bersafarlah kalian dan jagalah kesehatan, maka kalian akan diberikan rezeki” (Assunan Alkubro lilbaihaqi, VII/102)

Hadits di atas cukuplah memberikan motifasi untuk menjaga kesehatan agar maksimal produktifitas dunia dan akhirat kita. Hari ini menjaga kesehatan menjadi satu hal sangat penting dan butuh perhatian besar. Melihat banyaknya junkfood yang merusak kesehatan kita. Berbagai macam penyakit berbahaya muncul menyerang tak kenal usia bayi, muda, maupun tua. Pola makan dan hidup yang sudah jauh dari tuntunan Nabi  Shollallahu ‘alaihi wa sallam menambah parah kondisi.

Maka di antara solusi yang kita berikan adalah lakukan check rutin kesehatan, check darah, urium, creatin, kolestrol dan lain lain untuk mengetahui fungsi ginjal, hati dan gula dalam darah. Atur pola makan yang sehat sepertiga lambung untuk air, sepertiga makan, sepertiga udara. Hindari makanan instan dan junkfood. Olah raga secara teratur. Istirahat atau tidur yang cukup dan berkualitas. Perbanyak ibadah, doa, dan dzikir untuk menenangkan jiwa. Selalu panjatkan doa memohon nikmat sehat. Tawakkal serahkan secara total kepada Allah. Jika diberi kesehatan maksimalkan produktifitas dunia dan akhirat. Jika diuji dengan sakit bersabar dan berharaplah pahala. Allah lebih tahu mana yang terbaik. Wallahu ta’ala a’lam bimaa yuslihuna min anfusina.

 

Oleh : Abu Nahlin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here