Syaikh ‘Ali bin Naayif Asy Syuhud Rahimahullah menyebutkan dalam kitabnya “Al Mufashol” sebuah kaidah Fuqoha “Sihhatul abdan muqoddimatun ‘ala shihhatil adyan” bahwa  sehatnya badan adalah awal dari sehatnya agama.

Syariat dan ibadah dalam Islam sangat banyak dan beraneka ragam. Untuk bisa melaksanakan amanah agung nan mulia ini dibutuhkan badan yang sehat dan kuat. Terutama syariat jihad dan haji. Oleh karenanya menjaga kesehatan dan kekuatan jasmani bagi seorang muslim amatlah penting.

Menjauhi makanan dan minuman yang diharamkan, membersihkan badan, pakaian, rumah dan lingkungan jugalah sangat penting. Islam sudah mengatur semua itu. Termasuk motifasi untuk berolah raga untuk menjaga kesehatan dan kekuatan, serta melatih ketrampilan demi persiapan iqomatuddin. Sebagaimana yang disebutkan oleh ‘Atho’ bin Abi Robah ia berkata,”Saya melihat Jabir bin Abdillah dan Jabir bin Umair Al Anshori Radhiyallahu ‘anhuma sedang latihan memanah. Lalu salah satunya jenuh dan bosan. Maka kawan yang satu mengatakan,”Apakah kamu duduk karena bosan ? tidakkah kamu mendengar Rosulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Segala sesuatu yang tidak mengandung dzikir kepada Allah adalah sesuatu yang lalai dan sia-sia kecuali empat hal : berjalannya seseorang untuk dua tujuan yang penting, latihan menunggang kuda, belajar berenang, bercengkerama dengan keluarga”. (Sunan Al Kubro lil Baihaqi, X/15)

Dalam riwayat di atas tergambar jelas bagaimana seorang sahabat memotifasi sahabat yang lainnya agar tak bosan untuk berolah raga, menguatkan fisik, dan menjaga kesehatan dengan hadits Rosulullah. Karena semua itu tidak akan sia-sia, pasti bermanfaat dan bernilai di sisi-Nya, apalagi kalau diniatkan untuk beribadah, menjaga, dan memperjuangan syariat islam ini.

Dalam riwayat yang lain dari Ibnu Mindah dan Abu Musa dari Bakr bin Abdillah dari Robi’ Al Anshori, Rosulullah pernah bersabda,”Ajarkan kepada anak-anak kalian berenang dan memanah. Sebaik-baik hiburan seorang mukminah di rumahnya adalah memintal benang, dan apabila kedua orang tuamu memanggilmu, maka jawablah ibumu.”(Jami’ul Ahadits, 14/229)

Dua riwayat di atas cukuplah memotifasi kita untuk melazimi dan mengajarkan kepada anak-anak kita berbagai macam olah raga yang dianjurkan oleh Nabi. Wahai kaum muslimin ayolah kita berusaha semaksimal mungkin menjaga kesehatan ini dengan memakan makanan yang halal thoyyib sesuai tuntunan Al Qur’an dan Sunnah. Menjaga kebersihan diri, pakaian, dan lingkungan. Karena Allah benar-benar akan mencintai orang yang gemar bersuci. Innallaha yuhibbut tawwabiina wa yuhibbul mutathohhiriin.

Marilah kita tanamkan pendidikan jasmani kepada anak-anak generasi kaum muslimin sesuai dengan tuntuntan Rosul.  Ajarkan renang, memanah, dan menunggang kuda, serta ketrampilan-ketrampilan fisik yang lain yang bermanfaat untuk iqomatuddin. Ajarkan kepada anak-anak kita tentang pentingnya kebersihan diri, pakaian, rumah, dan lingkungkan. Ajarkan thoharoh, wudhu, istinjak, mandi besar, dan lain sebagainya. Tanamkan dalam diri generasi ini bahwa Annadzofatu minal iiman, atthohuru syathrul iiman kebersihan adalah bagian dari iman.

Generasi Islam harus kuat.  Generasi Islam harus sehat. Generasi Islam harus terampil. Generasi Islam harus semangat. Karena ketika generasi kuat, sehat, terampir, dan semangat, ibadah dan amanah syariat Islam akan mampu dilaksanakan secara maksimal. Sehat badan, sehat agama. Wallahu a’lam bish showab.

 

Oleh : Abu Nahlin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here